
Serang — PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Serang Mill memperkuat penerapan ekonomi sirkular dengan mengembalikan material bekas ke dalam proses produksi. Limbah kertas dari kegiatan produksi, seperti trimming dan broke, serta karton bekas yang telah dikumpulkan, diproses kembali melalui repulping untuk menjadi bahan baku produk kertas dan kemasan.
Pendekatan tersebut membuat serat kertas tidak berhenti setelah satu kali pemakaian. Material yang masih memiliki nilai guna dapat kembali masuk ke rantai produksi, antara lain untuk menghasilkan test liner dan fluting medium yang digunakan dalam pembuatan corrugated carton box. Dengan cara ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi kebutuhan terhadap bahan baku serat baru.
Indah Kiat Serang mengoperasikan fasilitas produksi industrial brown paperboard berkapasitas sekitar 1,4 juta metrik ton per tahun serta fasilitas corrugated carton box dengan kapasitas hingga 228.000 metrik ton per tahun. Produk brown paper dan carton box tersebut dirancang agar dapat didaur ulang, sehingga relevan dengan kebutuhan pelanggan yang semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian penting dalam rantai pasok.
Ekonomi sirkular di fasilitas ini tidak hanya dijalankan melalui pemanfaatan ulang serat. Pengelolaan limbah cair juga diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah. Melalui proses pengolahan air limbah secara anaerobik, gas metana yang terbentuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler untuk menggantikan sebagian penggunaan bahan bakar fosil. Praktik ini membantu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan dampak lingkungan dari kegiatan operasional.
Penerapan prinsip keberlanjutan diperkuat melalui sistem manajemen dan sertifikasi internasional, antara lain ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 untuk manajemen lingkungan, ISO 22000 untuk keamanan pangan, ISO 50001 untuk manajemen energi, ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja, serta sertifikasi PEFC untuk mendukung ketertelusuran rantai pasok berbasis pengelolaan hutan lestari.
Di luar proses produksi, perusahaan juga melibatkan masyarakat melalui kegiatan edukasi lingkungan, penanaman pohon, dan pemanfaatan material sisa produksi. Brown paper dan tali bekas, misalnya, diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Inisiatif tersebut memperluas makna ekonomi sirkular: bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang partisipasi dan manfaat bagi komunitas di sekitar wilayah operasional.
Kombinasi antara penggunaan serat daur ulang, efisiensi energi, inovasi proses, sertifikasi, dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa ekonomi sirkular dapat menjadi bagian nyata dari strategi industri. Bagi pelanggan, pendekatan ini menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsi dan kualitas, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam rantai pasok.
Melalui langkah tersebut, Indah Kiat Serang menunjukkan bahwa limbah bukan semata-mata sisa produksi. Ketika dikelola dengan teknologi, tata kelola, dan kolaborasi yang tepat, limbah dapat kembali menjadi sumber daya, menciptakan nilai baru, serta memperpanjang siklus hidup material dalam industri kertas dan kemasan.
“Dari limbah menjadi nilai: memperpanjang usia material, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan manfaat bersama.”